ISLAM DAN TEKNOLOGI INFORMASI
Oleh:
Nisa Ullina Hidayatillah
G000160188
A. Sejarah
Teknologi Informasi
Kemajuan teknologi yang semakin
berkembang merupakan bukti bahwa pemikiran manusia juga semakin maju. Teknologi
yang ada saat ini merupakan perkembangan dari teknologi-teknologi masa lalu
sejak pertama kali di ciptakan. Sedangkan tujuan dari penciptaan teknologi
sendiri adalah untuk mempermudah setiap pekerjaan manusia.
Berkembangnya teknologi dari masa ke
masa adalah bentuk dari ketidakpuasan manusia terhadap teknologi yang ada.
Manusia berusaha untuk membuat terobosan baru agar memudahkan
pekerjaan-pekerjaan yang mereka lakukan.
Dalam perkembangannya, teknologi yang
paling maju dan menjadi pusat peradaban dunia saat ini adalah teknologi barat.
Banyak dari masyarakat bahkan dari kalangan umat islam sendiri lupa bahwa
peradaban pertama yang menjadi pusat peradaban dunia adalah islam. Banyak dari
teknologi-teknologi yang berkembang pada saat ini merupakan ciptaan dari
ilmuan-ilmuan muslim terdahulu. Namun, sejarah yang merekam jejak para ilmuan
muslim telah hilang. Sehingga yang diketahui masyarakat luas saat ini hanyalah
sejarah bahwa teknologi-tekologi yang berkembang berasal dari ilmuan sekuler
dari barat.
Pada masa kejayaan umat islam dinasti
abasiyah, lahir ilmuan-ilmuan muslim yang menciptakan teknologi-teknologi
canggih yang menjadi rujukan para orientalis barat saat ini. Di antaranya ibnu
firnas yang merupakan seorang penemu muslim dari Spanyol. Ibnu Firnas tercatat
sebagai orang yang pertama membangun dan menguji pesawat terbang pada tahun
800 M. Kemudian seorang ilmuan barat
menjadikan penelitian ibnu firnas sebagai referensi mengenai pesawat
terbangnya. Ibnu Firnas adalah satu dari sekian banyak ilmuan-ilmuan muslim
yang penelitiannya di jadikan sebagai referensi-referensi ilmuan abad ini. Hal
ini merupakan kebanggaan yang luar biasa bagi kaum muslimin. Sejarah yang
gemilang ini hendaknya menjadi pemicu semangat kaum muslimin saat ini agar
bangkit dan merebut kembali masa kejayaan umat islam di masa silam.
Di sisi lain dari zaman kejayaan
islam, barat mengalami masa kegelapan yang biasa di sebut dark ages. Di
abad kegelapan, orang barat mengalami kemunduran dalam berbagai bidang. Ini adalah masa dimana kaum gereja di barat
memegang kekuasaan tertinggi melebihi raja. Kaum abad kegelapan barat sangat
minim sains dan teknologi, bahkan Galileo Galilei di hukum pengadilan Italia
atas tuduhan merusak iman karena mengatakan bahwa bumi itu bulat. Kaum abad
kegelapan memulai perang salib melawan kaum muslimin untuk merebut yerussalem
dan merusak seluruh peradaban islam yang menjadi pusat peradaban tertinggi
dunia. Pasca keluar dari abad kegelapan, bangsa barat terus melebarkan
kekuasaannya dengan menjajah benua Amerika, Australia, Afrika, Asia, termasuk
Indonesia.
Saat ini kaum muslimin sedang berada
di fase jumud atau kemandegan, dan sebaliknya bangsa baratlah yang
menguasai seluruh pearadaban didunia. Segala teknologi dan informasi abad ini
di kendalikan sepenuhnya oleh bangsa barat. Umat islam telah latah megikuti
perkembangan barat tanpa mengetahui bahwa sejatinya umat islam pernah menjadi
pusat peradaban dunia. Sehingga misi umat islam sekarang adalah menjadikan
teknologi informasi yang ada pada saat ini untuk kembali menegakkan khilafah di
muka bumi.
B. Teknologi
Informasi sebagai sarana menegakkan Khilafah
Dakwah artinya seruan, yaitu seruan
agar manusia menyembah Allah SWT. Tegaknya kekholifahan di muka bumi adalah
tegaknya hukum Allah yang di patuhi oleh seluruh umat manusia. Agar
kekholifahan tegak, di perlukan upaya agar manusia menyembah hanya kepada
Allah, yaitu dengan dakwah.
Dalil yang menunjukkan kewajiban kaum
muslimin agar menyeru umat manusia kepada Allah SWT.
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةُ يَدْعُونَ
إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ
وَأُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan
hendaklah ada dari kamu satu umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang
yang beruntung”. [Ali Imran:104].
Dengan memanfaatkan teknologi yang
semakin pesat, di harapkan seruan dakwah kepada manusia juga semakin mudah. Umat
islampun di harapkan mampu menggunakan media informasi dengan bijak guna keperluan
dakwah.
Di era informasi ini, penggunaan
media informasi guna kepentingan dakwahpun semakin variatif. Berbagai media
sosial mampu menyebarluaskan ilmu-ilmu seputar kajian islam, fiqih, tafsr,
hadist dan yang lainnya. Dengan menggiatkan dakwah melalui media sosial di
harapkan banyak dari kalangan umat islam yang masih minim ilmu agamnya agar
dapat mempelajari agama islma dengan mudah.
Namun, disisi lain dari pesatnya
perkembangan teknologi informasi, berita-berita yang tersebarpun belum tentu
dapat di pertanggung jawabkan keshohihannya. Sehingga umat islam di harapkan
agar bijak dalam memilah-milah mana berita yang benar dan salah.
Dengan berbagai perkembangan teknologi informasi
yang semakin pesat, sebaiknya dakwah dengan internet semakin ditekankan untuk
setiap umat islam. Hal ini di karenakan internet telah menjadi konsumsi
sehari-hari manusia. Sehingga dakwah dengan internet di harapkan mampu
menyongsong kebangkitan khilafah islamiyyah.
0 komentar:
Posting Komentar